Tampilkan postingan dengan label Profesional Jobless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesional Jobless. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Buktikan tidak mungkin..


Hari Sabtu ini adalah hari yang sama baiknya dengan semua hari dalam minggu ini, teringat juga sanjungan dari istri yang sering katakan kalau buat saya setiap hari itu minggu.. haha..saya sangat senang dengar sanjungan ini. Yang saya yakini setiap hari itu baik, bila tetap bersyukur dan ikhlas menjadikan diri saya keuntungan bagi orang lain. Terimakasih Tuhan.
Pagi ini seorang guru yang sangat saya kagumi karena keberaniannya memberitahu saya bahwa “semua yang tidak mungkin harus dibuktikan tidak mungkin!”. Oaalaahh.. dasar guru gendeng.. untuk apa saya susah-susah membuktikan yang jelas-jelas sudah tidak mungkin, memangnya saya kurang kerjaan ya? Hehe..
Namun tidak mungkin beliau nasehatkan ini, bila ini tidak baik buat saya, mungkin pengertian saya yang harus saya perbaiki. Perlahan-lahan saya renungi nasehat ini, kemudian saya coba hubung-hubungkan dengan kehidupan saya sekarang, ternyata saya sedang dalam proses itu. Di saat semua teman kantor dulu menganggap tidak mungkin saya berani keluar dari tempat kerja dengan gaji yang pasti dan masa depan yang terjamin. Namun ternyata saya memilih untuk membuktikan yang tidak mungkin ini. Dan saya berhasil buktikan ternyata memang sampai sekarang saya belum punya penghasilan  hehe… tapi herannya saya masih bergembira, mungkin karena saya merasa berhasil membuktikan itu “tidak mungkin”. Trus apa keuntungan nasehat ini? Saya sebetulnya tidak tahu bila itu tidak mungkin, seandainya saya tahu itu “pasti” tidak mungkin, “pasti” saya tidak memilihnya. Ada juga yang bilang masa depan itu tidak pasti, bila masa depan tidak pasti, berarti semuanya mungkin. Pemikiran sederhana saya melihat dalam proses pembuktian “tidak mungkin”  ini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi dan keduanya menurut saya keuntungan, yaitu:
  1. Ternyata yang tidak mungkin itu terbukti mungkin.
  2. Bila terbukti tidak mungkin, saya tidak akan sakit hati karena dari awal sudah tau memang tidak mungkin.
Banyak orang pemikirannya malah terbalik yaitu “ingin membuktikan yang tidak mungkin itu MUNGKIN” pantas bila kemungkinan gagalnya besar. Mungkin itu alasan kenapa banyak orang yang stres bila keinginannya yang tidak mungkin itu dianggapnya mungkin. Stress yang disebabkan oleh kemampuan yang lebih kecil dari keharusan-keharusannya yang besar. Nasehat dari guru ini ternyata sebuah pemikiran yang sangat logis, otak sederhana saya mulai bisa menerimanya. Mulai sekarang saya berusaha menyenangi menjadi pribadi yang bisa membuktikan bahwa saya tidak bisa. Disaat semua orang berjerih payah membuktikan dia bisa. Karena bila saya berhasil membuktikan saya tidak bisa, tidak bisapun saya bergembira (horee…berhasil..) hehe… tetapi dalam proses pembuktian ini semoga saya banyak berhasil, karena saya berusaha mendekati keberhasilan dengan semangat yang juga menyambut kegagalan.

Kata orang ini tidak mungkin, ayo buktikan!

Rabu, 31 Agustus 2011

Jalan-jalan ke GWK


Sangat terkejut saat istri bilang kalo dia belum pernah ke GWK (Garuda Wisnu Kencana). Ya ampunn…saking sibuknya saya bekerja, sampai saya ga ada waktu mengajak dia jalan-jalan meskipun jaraknya dekat rumah, maafkan suamimu Darl…
Kebetulan sekarang  jabatan saya adalah profesional jobless, jadi tanpa membuang waktu lagi maka pada tgl 25 Agustus 2011 saya buat kejutan buat istri dengan memberitahu dia melalui pesan BBM kalau saat jenput pulang dari kerja nanti sorenya jam 5 saya akan antar dia langsung ke GWK. Dengan ditemani Bumblebee 15 menit sebelum jam pulang saya sudah di depan kantor istri, ga sabar ingin mengajak istri jalan-jalan ke GWK. Kemudian kamipun berangkat melewati kampus Unud Bukit Jimbaran, dengan perasaan bangga saya ceritakan kalo saya alumni kampus itu, memang sudah hampir 6 tahun yang lalu saya kuliah disana, tapi keadaan kampus tidak banyak berubah. Suasana kampus yang luas dan terlihat agak gersang, hehe… tapi tetap bangga.

Street Theater


Dengan perasaan penasaran kamipun memasuki areal Taman Budaya (GWK Curtural Park). Mungkin karena sudah sore, di gerbang depanpun ga ada petugas yang jaga. Kamipun langsung masuk dan memarkir bumblebee di tempat parkir sepeda motor. Dengan tampang sok tau dan berlagak seperti guide lokal, saya mulai ceritakan ke istri tentang sejarah dan hal apa aja yang ada di taman budaya ini. Setelah puas berkeliling, foto2 dan haripun mulai gelap. 

di depan Wisnu Plaza

guide dadakan

tersesat di GWK

harga tiket masuk GWK

jadwal pertunjukan setiap hari di GWK

Kemudian kami putuskan untuk pulang, namun setelah keluar dari parkir dan masih di areal taman saya melihat ada suatu tempat unik dimana terdapat patung tangan. Meskipun istri sudah peringatkan mungkin pengunjung ga boleh masuk ke area itu, saya tetap nekat.. Bumblebee pun saya belokkan menuju kesana, masih duduk di atas motor, tiba2 datang seorang security dengan tampang sangar khas Jimbarannya mendekati saya. Sayapun tersenyum dengan beliau, tapi senyum ga dibalas dia berkata “Hanya yang punya tiket yang boleh masuk kesini!”  hmm… begitu ya pak? Kamipun putar balik motor dan pulang. Sebuah kejadian lucu dan istripun tertawakan saya yang sok tau hehe… tapi ga apa2, jalan2 kali ini jadi lebih berkesan. Coba ada kotak saran disini.. saya ingin menulis masukan buat pengelola GWK, gimana kalo para Security disini di training pengembangan kepribadian ala John Robert Powers, supaya mereka lebih santun dan ramah kepada para pengunjung. Minimal ajari cara tersenyum Hehe… Bukankah Bali terkenal dengan keramahannya?

diusir satpam depan Tirta Agung
Btw.. lumayan menyenangkan di areal taman budaya ini, yang katanya direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya Garuda GWK mempunyai beberapa tempat rekreasi di antaranya:
  • Wisnu Plaza
Wisnu Plaza adalah tanah tertinggi di daerah GWK dimana tempat yg sementara merupakan bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu Kencana  yaitu patung Wisnu.
  • Street Theater
Street Theater adalah titik awal dan akhir kunjungan ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Di sini dapat ditemukan banyak toko dan restoran di satu tempat dan dimana semua perayaan terjadi. Bisa mendapatkan souvenir Bali dan merchandise GWK khususnya di GWK Souvenir Shop dan Bali Art Market. Kita bahkan dapat menemukan spa Bali dan produk aromaterapi di toko ini.
  • Lotus Pond
Lotus Pond adalah area outdoor terbesar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Taman Budaya, kemungkinan besar di Bali. Dengan demikian, Lotus Pond adalah tempat yang tepat dan hanya untuk mengadakan acara outdoor skala besar.
  • Tirta Agung
Tirta Agung adalah ruang luar yang sempurna untuk acara menengah. Di tempat inilah terdapat patung Tangan Wisnu, bagian dari patung Garuda Wisnu Kencana yang terletak di dekatnya. Yang menjadi memori tersendiri buat kami (Echa dan saya) sendiri. Hehe…
konsep GWK dimulai thn 1997

Sabtu, 20 Agustus 2011

Tuhan akan menolong saya!

THE SCIENCE OF LUCK
Semenjak keluar dari pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan pembiayaan sepeda motor terbaik di Indonesia, dari tgl 15 Juli 2011, istri selalu bilang "Everyday is Sunday" buat saya, betulkah? haha...(kayaknya betul sih). tapi hal itu tidak jadi masalah, untuk sementara saya masih bangga punya jabatan "Profesional Jobless" hmm... ada ya jabatan itu?
Hari-hari indah dengan waktu yang sangat berharga ini saya lewati untuk melayani istri dan pada waktu luang saya gunakan untuk membaca beberapa buku. Ijinkan saya menulis sedikit cerita dari salah satu buku yang saya baca ya...



Seorang pemimpin agama tinggal di sebuah desa, pada suatu hari desa tersebut diguyur hujan lebat 3 hari 3 malam yang membuat desa tersebut mulai kebanjiran. Pamimpin agama tersebut memutuskan tidak akan mengungsi karena dia sangat yakin bahwa Tuhan akan menolong orang yang beriman kuat seperti dirinya. Airpun sudah setinggi lutut, beberapa warga sudah mulai mengungsi, tetapi tidak dengan pimpinan agama ini. Ada seorang muridnya kasihan dengan pimpinannya, kemudian dia datang menjemput dengan truk besar yg dapat melintasi banjir yg tingginya sudah selutut. Ia berteriak, "Guru.. Ayo selamatkan diri, air naik terus!"
Bukannya bersyukur karena telah di beri pertolongan, pemimpin agama tersebut malah menjawab, "Hai kalian semua, kecil imanmu. Saya percaya Tuhan akan menolong saya!". Mendengar pernyataan tersebut, murid inipun memutuskan untuk bergegas pergi menyelamatkan dirinya sendiri.
Selang beberapa waktu kenudian air sudah mencapai dada. Pemimpin tersebut masih tetap ngotot tinggal dirumahnya. Beberapa murid lain datang menggunakan perahu karet dan berteriak "Guru.. Ayo selamatkan diri, air naik terus!" Untuk kedua kalinya pemimpin agama itu menjawab "Hai kalian semua, kecil imanmu. Saya percaya Tuhan akan menolong saya!". Rombongan itupun pergi meninggalkannya.
Beberapa jam airpun sudah naik sampai setinggi dagu orang dewasa, terdengar bunyi helikopter di atas rumah pimpinan agama tersebut, sambil melemparkan tali mereka berteriak "Ayo selamatkan dirimu, air naik terus.. Bila tidak kamu bisa mati!" Dengan terbata-bata dia menjawab "Hai kalian semua, kecil imanmu. Saya percaya Tuhan akan menolong saya! Kalian tenang saja." Malangnya banjirpun meluap dan menewaskan pimpinan agama tersebut.

Setelah kejadian itu, sampailah pimpinan agama bertemu Tuhan dan bertanya, "Mengapa Engkau tidak menyelamatkan aku? Bukankah sudah jelas dalam kitab suci Kau katakan akan menyelamatkan orang yang beriman?" Kemudian Tuhan melakukan konfirmasi kepada para malaikat "Apakah kalian sudah menolong dia?" Malaikat menjawab "Ya, kami sudah menolongnya sebanyak 3 kali, pertama dgn truk, kedua perahu karet dan ketiga dgn helikopter!"

Nilai moral dari cerita ini adalah pertolongan dari Tuhan selalu ada dimana-mana. Tapi jangan berharap pertolongan jatuh dari langit. Tuhan akan mengirim pertolongan melalui perpanjangan tangan manusia. Demikian pula halnya dengan keberuntungan.

Sumber: "THE SCIENCE OF LUCK" oleh Bong Chandra.